Pada smartphone, menghapus memory cache akan mengurangi beberapa ruang pada memori internal, sehingga akses untuk menjalankan aplikasi lebih ringan, namun dampaknya akan membuat loading lebih lama ketika menjalankan aplikasi. Hal ini seperti me-restart aplikasi dari awal pemakaian. Setelah itu, memori cache akan kosong dan mulai terisi lagi dengan data-data salinan aplikasi, yang efeknya loading aplikasi lebih cepat, namun menambah penggunaan memori internal dan begitu seterusnya. Pembersihan memori cache pada smartphone tidak akan menimbulkan dampak yang fatal seperti hilangnya data-data penting. Karena cache merupakan salinan bagi memori utama yang membantu dalam kinerja smartphone.
Meskipun umumnya cache lebih mahal dari pada memori utama, tapi keberadaannya sangat diperlukan untuk mendongkrak kinerja komputer atau smartphone. Semakin besar kapasitas cache bukan berarti semakin cepat prosesnya, karena dengan ukuran yang besar akan terlalu banyak gate peng-alamat-annya sehingga akan memakan waktu yang banyak atau memperlambat proses.
Sebagai contoh, kita bisa melihat beberapa merek prosesor di pasaran beberapa waktu lalu. AMD pernah mengeluarkan prosessor K5 dan K6 dengan kapasitas cache yang besar (1Mb), Tetapi kinerjanya tidak bagus. Kemudian pernah juga Intel mengeluarkan prosessor tanpa cache, dengan alasan harga yang lebih murah. Prosessor tersebut adalah seri Intel Celeron pada tahun 1998-an. Hasil kinerjanya sangat buruk terutama untuk proses dan operasi data besar, 3D dan floating point. Sejumlah penelitian telah menganjurkan ukuran cache antara 1Kb dan 512Kb akan lebih optimum.
Berdasarkan letaknya, memori cache dibagi menjadi 2. yang pertama berada di dalam keping prosessor yang biasa disebut dengan on chip cache atau cache internal. Cache internal berada didalam prosessor sehingga tidak memerlukan bus eksternal, hal ini mengakibatkan waktu akses yang cepat, apalagi panjang lintasan internal bus prosessor sangat pendek untuk mengakses cache internal. Cache internal ini selanjutnya disebut dengan cache tingkat 1 (L1).
Satunya lagi adalah off chip cache atau cache eksternal, yaitu cache yang berada di luar chip prosessor yang diakses melalui bus eksternal. Cache eksternal masih diperlukan untuk mengantisipasi permintaan akses alamat yang belum tercakup dalam cache internal. Cache eksternal ini disebut dengan cache tingkat 2 (L2).
Terimakasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar