Jumat, Maret 23, 2018

Ancaman Sampah Luar Angkasa Dan Solusinya

Stasiun Luar angkasa mengorbit sejak puluhan tahun lalu. Saat itu manusia sudah berhasil menjamah bagian luar dari atmosfer bumi. Dengan ketinggian lebih dari ratusan kilometer dan berkecepatan puluhan ribu kilometer per jam, stasiun luar angkasa mengorbit tanpa mengalami kerusakan. Lapisan berteknologi tinggi yang disematkan pada stasiun luar angkasa tersebut berfungsi untuk melindungi dari benturan-benturan meteorit kecil. Lapisan ini tidak bisa melindungi dari benturan-benturan benda besar, astronot harus menghindar dari jalur meteorit besar agar tidak terjadi tubrukan. Mereka, para astronot yang bekerja disana terancam dari benturan meteorit-meteorit tersebut. Namun, saat ini ancaman tidak hanya datang dari meteorit saja, tetapi juga dari sampah-sampah luar angkasa.
sampah luar angkasa
Karena stasiun luar angkasa bergerak dengan cepat dan tidak ada tahanan udara yang bisa mengurangi objek yang beterbangan, tubrukannya menjadi sangat ekstrim, pecahan kecil saja bisa merusak dan melubangi stasiun. Jika ancaman dari sampah luar angkasa tidak disingkirkan, nanti bisa saja terjadi ledakan yang dahsyat dari benda-benda tersebut. Saat ini, terdapat sekitar lebih dari 20.000 serpihan dari satelit dan roket yang melayang di orbit bumi, jumlahnya akan semakin banyak dan pastinya akan semakin menyulitkan operasi satelit di orbit bumi. Satelit tidak hanya harus menghindari dari benda asing di luar angkasa, tetapi juga harus menghindari sampah-sampah yang dibawa dari bumi.
Ratusan satelit telah mengorbit bumi dan semakin rapat bagaikan jaringan medan energi, sudah sejak lama, manusia memenuhi luar angkasa dengan perangkat-perangkat tehnik agar perangkat-perangkat seperti alat navigasi, ponsel dan siaran televisi dapat bekerja dan bisa terus terkoneksi dimanapun. Lantas adakah solusi dari sampah-sampah tehnik ini ?
Penelitian dan uji coba mulai dilakukan untuk bisa mengatasi sampah luar angkasa ini. Salah satu yang dikembangkan adalah wahana pengangkut sampah untuk satelit. Dengan teknik ini, satelit yang sudah tidak bekerja dapat dikendalikan dari bumi. Tehniknya harus dipasang di satelit geostasioner yang sudah tidak berfungsi lagi, agar fungsinya bisa diperpanjang. Dalam uji coba atau eksperimen wahana pengangkut sampah satelit ini, tehniknya berfungsi. Satelit televisi misalnya, yang kehabisan bahan bakar dan tidak mampu untuk bergerak dengan energi sendiri, kini bisa dikendalikan dari bumi agar terus bergerak. Gampangnya, masa hidup satelit diperpanjang lagi seperti layaknya ganti baterai. Setelah satelit benar-benar tidak bisa berfungsi lagi, baru wahana pengangkut ini akan melontarkan satelit dari luar angkasa.
Wahana ini masih dikembangkan dan dilakukan simulasi misi deos. Ini semacam lengan penangkap, dimana satelit yang beterbangan dan bergerak tidak terkendali, bisa ditangkap dengan lengan tersebut, baru kemudian distabilkan pergerakannya, diarahkan, dan kemudian dijatuhkan.
Sistem ini, memungkinkan teknisi untuk mencapai satelit yang macet di luar angkasa dan memperbaikinya atau menyingkirkannya dari orbit bumi. Dengan begitu, hal ini akan mencegah bahaya jatuhnya satelit secara tidak terkendali dari luar angkasa ke bumi.
Dengan diterapkannya wahana ini, bagi para astronot, pekerjaan di luar angkasa akan menjadi lebih aman. Tentu tidak 100%, tapi setidaknya ancaman dari sampa luar angkasa bisa dikurangi.
Di Indonesia sendiri pada beberapa bulan lalu, salah satu satelit yang mengorbit mengalami gangguan, yang imbasnya, terjadi gangguan penyiaran televisi dan layanan perbankan.  Beberapa saluran televisi hilang dan layanan perbankan tidak berfungsi selama beberapa hari. Pihak dari satelit sendiri telah mengantisipasinya dengan mengalihkan saluran ke satelit lain yang masih berfungsi, semacam backup. Untuk memperbaiki satelit yang bermasalah tersebut, dibutuhkan waktu lebih dari 3 bulan agar satelit bisa kembali berfungsi lagi. Jika berhasil diperbaiki dan bisa kembali berfungsi maka pelayanan satelit akan kembali normal. Tetapi, jika tidak berhasil, maka satelit tersebut akan menjadi bagian dari sampah-sampah luar angkasa yang bergerak bebas tak terkendali di orbit bumi.
Semoga bermanfaat dan, terimakasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar