Selasa, Januari 16, 2018

Penanganan Cedera Otot


otot
Otot adalah sebuah jaringan dalam tubuh manusia dan hewan yang berfungsi sebagai alat gerak aktif yang menggerakkan tulang. Pada manusia otot diklarifikasi menjadi tiga jenis yaitu otot lurik, otot polos dan otot jantung.
Otot lurik efektif untuk pergerakan yang spontan dan membutuhkan tenaga besar. Otot lurik ini mudah lelah yang disebabkan oleh penumpukan asam laktat pada sel-selnya. Pergerakan otot lurik berasal dari sinyal motorik yang berasal dari otak dan bersifat sadar atau bukan refleks. Otot ini terdapat pada hampir keseluruhan tubuh bagian luar manusia dan hewan.
Otot polos merupakan otot yang ditemukan dalam organ pencernaan dan pembuluh darah, bekerja dengan pengaturan dari sistem syaraf tak sadar atau saraf otonom, jadi kita tidak bisa mengatur secara sadar untuk pergerakan otot ini. Sebagai contoh, ketika kita mendadak sakit perut dan ingin buang air besar, kemudian pergerakan seperti meremas pada usus untuk mencerna dan mendorong makanan.
Otot jantung adalah otot yang bekerja khusus untuk memompa darah pada jantung. Otot jantung ini mampu berkontraksi secara terus menerus tanpa henti. Otot jantung dapat dipengaruhi oleh interaksi syaraf simpatetik atau parasimpatetik yang memperlambat atau mempercepat laju denyut jantung, namun tidak dapat mengontrolnya secara sadar.

Penyebab cedera otot

Penyebab dari cedera otot umumnya adalah aktifitas yang banyak menggunakan energi otot secara langsung seperti mengangkat benda berat dalam posisis yang tidak tepat, posisi tubuh yang kaku dan tertahan dalam waktu yang cukup lama, akibat aktifitas olahraga seperti tergelincir, jatuh, melompat, tertindih dan lain-lainnya.
Otot kurang lentur biasa terjadi pada aktifitas olah raga karena kurang pemanasan sebelum melakukan aktifitas fisik yang jauh lebih berat, kondisi badan yang kurang sehat seperti tidak enak badan, demam atau penyakit lain yang mempengaruhi dan menurunkan kinerja otot-otot. penyebab cedera otot lainnya biasanya karena kelelahan. Otot kita juga bisa merasa lelah, terutama pada otot lurik yang kinerjanya bersifat sadar dan bisa kita rasakan.
Mengapa tubuh kita merasa lelah? lelah pada otot dikarenakan sel-sel otot tidak mendapatkan suplai energi dari tubuh kita. Hasil pencernaan makanan pada manusia yang berupa ATP (Adenosin TriphosPat) nantinya dapat dirubah menjadi energi apabila diperlukan. Saat beraktifitas maka tubuh akan membongkar ATP dan melakukan fermentasi asam laktat sebagai akibat dari terbongkarnya ATP. Asam laktat inilah yang menyebabkan tubuh kita lelah. Kelebihan asam laktat akan dikeluarkan oleh tubuh sebagai keringat dan urine. Asam laktat yang terfermentasi akan menurunkan pH atau tingkat keasaman pada tubuh kita, sehingga tubuh akan berada pada kondisi asam. Dalam kondisi asam enzim-enzim yang bertipe basa pada tubuh kita akan terhambat kinerjanya, yang kemudian tubuh akan merespon hal tersebut dengan mengirimkan sinyal ke otak dan menerjemahkannya sebagai “kelelahan”.
Otot yang beresiko tinggi mengalami cedera adalah lumbal, hamstring (cedera 3 kelompok otot pada paha bagian belakang), perut, bisep, trisep, aduktor, paha depan, betis, otot punggung atas, otot leher, otot dada, otot oblique, dan otot-otot yang menggerakan tulang.

Gejala pada cedera otot

Nyeri, pembengkakan, memar atau kemerahan, nyeri berkepanjangan atau nyeri pada posisi tubuh tertentu, kejang dan kaku.

Pertolongan pertama pada cedera otot

1. Metode RICE

kompres es (RICE)
Pada kasus kecil cedera otot, bisanya ditangani dengan menggunakan metode RICE (Rest Ice Compression and  Elevation). Yaitu mengompres dengan menggunakan es pada daerah yang mengalami cedera, tujuannya adalah untuk mengurangi pembengkakan. Teknik ini tidak menempelkan es langsung pada kulit, namun es terlebih dulu di dibungkus handuk atau kain dan kemudian ditempatkan pada daerah yang mengalami cedera selama kurang lebih 15 menit. Lakukan beberapa kali pada tiap jam pada hari pertama, kemudian kurangi pada hari-hari berikutnya sampai rasa sakit dan bengkak reda.

2. Konsumsi obat pereda

NSAID otot-obat
Pengunaan obat-obatan akan manjur jika obat yang dikonsumsi sesuai. Maka dari itu kita perlu mendiagnosa sakit yang dirasakan dengan tepat dan memilih obat dengan tepat. Jangan sampai seperti sakit kepala diobati dengan obat panu. Bukannya sembuh, malah jadi makin sakit. Begitu pula pada obat-obat yang lain. Diagnosalah rasa sakit dengan tepat,untuk obat-obatan yang didapat bebas dipasar bacalah anjuran pemakaian, pantangan pengguna, dosis dan efek samping. Ikuti saran dokter.
Mengunakan obat anti peradangan seperti ibuprofen dan asetaminofen dapat membantu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Untuk kasus kelelahan yang biasa dialami atlet atau pekerja, bisa mengkonsumsi obat fatigon putih sebelum istirahat tidur dan obat oles Counterpain. Tentu saja harus sesuai perhatian dan dosis yang tertera.

3. Peregangan otot

peregangan
Lakukanlah sedikit peregangan saat pertama kali cedera, hal ini dilakukan untuk tetap menjaga sirkulasi darah dan mengurangi pembengkakan. Cukup dengan pergerakan kecil saja dan lakukan dengan rutin sampai rasa sakit dan bengkak berkurang. Penyembuhan cedera yang dialami bukan hanya sekedar istirahat namun juga harus aktif bergerak agar proses penyembuhan cedera bisa cepat.

4. Penggunaan alat bantu

korset
Pemakaian alat bantu seperti perban elastis, korset, gips dan lain-lain dapat membantu menjaga kondisi luka agar tidak terlalu parah. Pemakaian alat bantu tersebut juga bisa sebagai alat penyembuh pada beberapa kasus.

Kesalahan yang dianggap benar

1. Mengistirahatkan secara total dalam jangka waktu lama pada otot yang mengalami cedera. Untuk kasus yang ekstrim sangat mungkin dianjurkan untuk hal tersebut. Namun ketika sudah mulai membaik perlu dilakukan aktifitas otot atau terapi otot untuk mempercepat proses pemulihan.
2. Tabib pijat atau urut. Merupakan sebuah kepercayaan yang sudah melekat pada masyarakat disekitar kita tentang pengobatan pada cedera otot hingga sampai saat ini. Metode pijat atau urut ini sebenarnya tidak sepenuhnya keliru atau salah. Sudah cukup banyak tabib yang membuktikan kemanjuran dari metode pengobatan ini, dari cedera yang hanya pegal-pegal hingga patah tulang. Para terapis juga menambahkan berbagai metode pengobatan untuk mempercepat proses penyembuhan seperti dengan tambahan konsumsi obat-obatan, jamu tradisional hingga doa-doa.
salah pijat

Hanya saja pada metode pijat atau urut ini memiliki resiko yang cukup tinggi. Kesalahan pada pemijatan atau pengurutan dapat berakibat lebih fatal dari pada cedera yang dialami. Cedera yang tadinya hanya terkilir namun karena salah dalam memijat atau urut malah mengakibatkan sobek pada otot. Maka dari itu jangan sembarang untuk memijat atau mengurut cedera otot. Jika pengobatan dilakukan dengan pijat atau urut maka pilihlah tukang pijat atau urut yang sudah bersertifikat, atau setidaknya terbukti, berpengalaman dan paham akan struktur otot pada tubuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar