Jumat, Desember 30, 2016

jasad atau bangkai dalam berbagai kondisi


Kondisi jasad atau mayat atau bangkai, memiliki perbedaan berdasarkan kondisi si jasad itu sendiri dan lingkungannya. seperti, jasad yang langsung dikubur didalam tanah bisa lebih cepat terurai dibanding dengan jasad yang dimasukan kedalam peti dan dikubur didalam tanah, berbeda pula dengan jasad yang tenggelam dilaut, jasad yang membeku / yang ditemukan didataran es, jasad pecandu nikotin / perokok, jasad yang terkubur di pasir. beberapa kondisi tersebut memiliki masa atau waktu penguraian berbeda, bisa lebih lama atau lebih cepat. penentu terkuat akan perbedaan interval waktu ini adalah si bakteri pengurai, kandungan oksigen, temperatur, tekanan, kadar garam, pH ( potential of Hydrogen ) atau tingkat keasaman, binatang pemangsa, pembalseman / pengawetan.
28-12-2016-253671_astronot_641_452_t
1. jasad atau bangkai ditanah biasa atau yang di kubur
di kondisi ini jasad atau bangkai bisa lebih cepat terurai. hanya perlu beberapa bulan saja hingga tersisa gigi, kuku, rambut dan tulang belulang. ini dikarenakan di tanah biasa banyak ditemukan bakteri pengurai, binatang pemangsa, serangga / belatung dan tingkat keasaman tanah (seperti lambung kita yang asam yang bisa mencerna makanan). jasad yang dikemas pada peti tentu lebih lama karena karena pemangsa seperti serangga dan belatung perlu untuk menembus peti terlebih dahulu. penguraian / pembusukan dilakukan terlebih dulu oleh bakteri yang ada didalam peti, temperatur dan tekanan udara.
2. jasad atau bangkai yang diawetkan
jasad yang di awetkan tentu lebih lama terurai dan utuh, apalagi yang tidak di kubur ditanah atau di museum kan. pengawetan dilakukan dengan tujuan tertentu. jasad yang diawetkan, pertama semua organ dalam diambil, kemudian pembuluh darah diluluhkan dan kemudian darah diambil dari jaringan. salah satu contoh jasad yang diawetkan adalah pemimpin uni soviet 1917, Vladimir IIyich Lenin yang meninggal pada tahun 1924.
Lenins-embalmed-corpse-007_thumb
3. jasad atau bangkai dengan kandungan nikotin
penelitian yang dilakukan oleh para ahli forensik dari University of Wolferhampton, Inggris menyimpulkan bahwa mayat perokok lebih lama menyatu dengan tanah. uji coba yang dilakukan pada beberapa kondisi bangkai binatang, yang beberapa di antaranya disuntik nikotin pada bagian leher. dan hasilnya, lalat menghindari daerah nikotin, dan ketika bertelur, telur-telur itu tidak bergerombol seperti pada bagian yang lain. belatung yang menetas juga menghindari daerah yang mengandung nikotin. pada manusia nikotin bisa ditemukan pada mereka yang merokok, terutama bagian tubuh leher.
4. jasad atau bangkai yang tenggelam dilaut
cukup banyak makhluk hidup yang berakhir dilaut, bisa karena kecelakaan, bunuh diri, dimangsa binatang buas, atau bisa saja sengaja dibuang disana. dikutip dari antaranews.com, Gail Anderson dengan timnya melakukan penelitian tentang jasad yang tenggelam dilaut. kesimpulan yang didapat adalah ketika bangkai memasuki air dengan kandungan oksigen bisa ditolerir, binatang-binatang besar seperti Hiu akan memangsanya, membuka tubuh bangkai untuk bisa dimangsa oleh binatang yang lebih keci. Tetapi ketika oksigen lebih rendah binatang yang lebih besar tidak datang, mungkin karena sulit bertahan di air dengan kandungan oksigen terlarut yang rendah dan tekanan air yang tinggi. dan binatang kecil yang mampu hidup dilingkungan tersebut tidak bisa memangsa jasad / bangkai tersebut karena mulut binatang kecil tidak cukup kuat untuk menghancurkan kulit jasad / bangkai tersebut.
5. jasad / bangkai yang membeku
layaknya makanan dan daging yang dibekukan, pertumbuhan bakteri melambat dengan semakin rendahnya suhu udara. ketika seluruh air didalam tubuh membeku, maka tidak akan ada lagi pembelahan bakteri. air dengan kandungan gula, garam, asam dan senyawa terlarut lain mungkin lebih lama membeku karena senyawa tersebut dapat menurunkan titik beku air. mungkin ini adalah salah satu hal yang terjadi pada jasad anak inca / mumi juanita (berkisar 12-14 tahun), yang ditemukan di puncak gunung curam yang sangat dingin yang diperkirakan berumur 500 tahun.
2mumm_thumb
6. jasad / bangkai di luar angkasa
spekulasi : membusuk dalam kondisi tidak memakai baju astronot atau memakai tapi rusak dan bocor, mungkin tidak (utuh). karena diluar angkasa tidak ada bakteri pengurai. jika masih memakai mungkin bisa terurai oleh bakteri yang ada didalam tubuh astronot itu sendiri. tapi bukan berarti jasad diluar angkasa bisa utuh, bisa saja hancur karena radiasi, degradasi secara kimia, biologi dan fisika. bisa saja hancur karena terpapar langsung oleh radiasi matahari, baju astronot tidak bisa 100% menahan radiasi matahari. astronot hanya keluar dari stasiun atau pesawat jika posisi matahari tertutup oleh benda langit lainnya.
jasad-astronot_20160426_123929_thumb
sebagai tambahan gambaran, kamu bisa membaca beberapa artikel, menonton beberapa video luar angkasa dan film tentang luar angkasa seperti film The Martian.
itulah beberapa jasad atau bangkai dalam beberapa kondisi. banyak faktor yang mempengaruhi cepat lambatnya penguraian. salah satunya kondisi lingkungan jasad / bangkai tersebut berada. terimakasih, semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar